Kamis, 21 April 2011

Foto Jogja

Sahabat Dimanapun Berada, Jogja Selalu Menambat Hati Siapapun Yang Mengenalnya, Mengunjunginya Ataupun Hanya Sekedar Mendengarnya..

Jogja..

Never Ending Asia...









Tunggu Gallery Yang Lainnya Ya Sobat..


Monggo Pinarak Jogja  ^_^


Istimewa Selalu..

Selasa, 19 April 2011

Berani Mundur (Sikap Politik Anggota DPR RI)



..lewat mundurnya Arifinto, PKS menunjukkan beda dengan partai
lainnya. PKS melakukan hal yang hampir tak mungkin dilakukan partai
lain. Dengan segala kekurangannya, partai ini relatif masih paling
mengusung moralitas di kancah politik nasional. (Zaim Uchrowi)
...


Oleh Zaim Uchrowi
Arifinto sungguh disayang Tuhan. Anggota DPR itu saya yakin seorang
yang baik. Lebih baik dari rata-rata orang, lebih baik dari kebanyakan
rekan legislatifnya. Tapi, sebaik-baik orang tentu punya kelemahan,
tak terkecuali orang baik ini. Ia melakukan yang tak patut bagi orang
sebaik dirinya, apalagi di tengah rapat Paripurna DPR—rapat yang
semestinya diikuti cermat oleh semua pesertanya.

Allah SWT mengingatkannya lewat lensa kamera wartawan. Hal yang sesaat
tentu memukul perasaannya juga perasaan rekan-rekan separtainya yang
memosisikan diri untuk menegakkan moral. Pukulan tertelak tentu harus
ditanggung keluarganya. Mereka tiba-tiba harus mendapat kerlingan aneh
orangorang di sekitarnya. Tapi, seorang Arifinto tentu seorang
realistis. Ia sadar dan siap memikul konsekuensi atas perbuatannya.

Tak banyak orang yang segera di ingatkan Tuhan begitu berbuat salah.
Tak sedikit orang yang berbuat salah lebih parah dari dia, namun
dibiarkan Tuhan. Banyak pejabat yang gemar berzina juga rajin menilap
uang rakyat dengan berbagai cara, baik yang kasar maupun yang tampak
beradab, tapi Allah membiarkannya. Mereka dibiarkan hanyut dalam
perbuatan kotornya dan tak dipermudah jalannya untuk kembali menjadi
orang baik.

Arifinto tidak seperti itu. Ia tidak pernah benar-benar kotor seperti
banyak orang lain yang tampak baik dan terhormat —padahal tidak.
Nuraninya relatif terjaga. Ketika menyadari telah melakukan hal yang
tak patut, segera ia menginstro speksi diri. Ia memilih mengundurkan
diri. Hal yang hampir tak akan pernah dilakukan siapa pun di DPR,
bahkan oleh mereka yang memiliki kesalahan lebih besar.

Di dalam dunia politik kita, mundur belum biasa. Sangat berbeda dengan
Jepang. Pejabat yang dinilai kurang patut, berdasarkan norma Jepang,
akan segera mundur. Pejabat yang dituding bersalah oleh publik akan
mundur. Mereka tidak akan mencoba membela diri, dan mereka tidak sibuk
berdalih menutupi kesalahan atau kekurangannya. Buat mereka, jabatan
adalah kepercayaan. Bila kepercayaan pada dirinya hilang, dia akan
segera menyerahkan jabatan. Apalagi kalau jelas membuat kesalahan.
Arifinto mengingatkan kita pada nilai itu. Ia mundur dari jabatannya.
Hal yang dulu juga dilakukan Bung Hatta. Kebetulan atau tidak, menurut
pakar politik Indra J Piliang, keduanya orang Bukittinggi. Daerah yang
di masa-masa awal Indonesia banyak melahirkan pemimpin besar. Mundur
dari jabatan bahkan dilakukan oleh pemimpin yang dituding
pengeritiknya sebagai otoriter, seperti Soeharto. Merasa rakyat tak
membutuhkannya lagi, Soeharto mundur.

Tak gampang buat memutuskan mundur. Hanya orang yang sungguh paham dan
sadar apa arti jabatan yang berani mundur. Seorang yang berani mundur
tahu betul bahwa jabatan bukan tujuan, jabatan hanya sarana. Bukan
sarana buat memupuk kejayaan diri sendiri, melainkan sarana untuk
membangun keadaan lebih baik untuk masyarakat. Maka, jabatan harus
dipikul dengan penuh martabat. Jabatan dijaga dengan kepatutan dan
moralitas tinggi. Seorang yang mengincar jabatan buat kejayaan diri
tidak akan pernah mau mundur. Mereka akan gunakan segala cara untuk
mempertahankan jabatan.

Sebaliknya bagi orang bernurani yang tahu jabatan hanya sarana, mereka
akan mundur saat telah melanggar kepatutan memikul jabatan. Mereka
akan mundur ketika jabatan tak lagi efektif untuk menggapai tujuan
membuat kebaikan di masyarakat. Itu yang dilakukan Hatta begitu
Soekarno mulai membangun pemerintahan otoriter berlabel demokrasi
terpimpin.

Arifinto membuat langkah penting bagi bangsa ini, membiasakan budaya
mundur. Hal yang tentu tak lepas dari sikap partainya, PKS. Partai
yang dalam beberapa waktu terakhir banyak dihujani cobaan, termasuk
pada kasus ini. Namun, lewat mundurnya Arifinto, PKS menunjukkan beda
dengan partai lainnya. PKS melakukan hal yang hampir tak mungkin
dilakukan partai lain. Dengan segala kekurangannya, partai ini relatif
masih paling mengusung moralitas di kancah politik nasional.


*)sumber: Republika edisi Jumat (15/4/11)

Senin, 18 April 2011

Aku Menikahimu karena Allah (Catatan Rekan)


Hari pernikahanku. Hari yang paling bersejarah dalam hidup. Seharusnya
  
saat itu aku menjadi makhluk yang paling berbahagia. Tapi yang aku  
rasakan justru rasa haru biru.

Betapa tidak. Di hari bersejarah ini tak ada satupun sanak saudara  
yang menemaniku ke tempat mempelai wanita. Apalagi ibu. Beliau yang  
paling keras menentang perkawinanku.

Masih kuingat betul perkataan ibu tempo hari, "Jadi juga kau nikah  
sama 'buntelan karung hitam' itu ....?!?" Duh......, hatiku sempat  
kebat-kebit mendengar ucapan itu. Masa calon istriku disebut 'buntelan

karung hitam'.

"Kamu sudah kena pelet barangkali Yanto. Masa suka sih sama gadis  
hitam, gendut dengan wajah yang sama sekali tak menarik dan cacat  
kakinya. Lebih tua beberapa tahun lagi dibanding kamu !!" sambung ibu  
lagi.

"Cukup Bu! Cukup! Tak usah ibu menghina sekasar itu. Dia kan ciptaan  
Allah. Bagaimana jika pencipta-Nya marah sama ibu...?" Kali ini aku  
terpaksa menimpali ucapan ibu dengan sedikit emosi. Rupanya ibu amat  
tersinggung mendengar ucapanku.

"Oh.... rupanya kau lebih memillih perempuan itu ketimbang keluargamu.

baiklah Yanto. Silahkan kau menikah tapi jangan harap kau akan  
dapatkan seorang dari kami ada di tempatmu saat itu. Dan jangan kau  
bawa perempuan itu ke rumah ini !!"

DEGG !!!!

****

"Yanto.... jangan bengong terus. Sebentar lagi penghulu tiba," teguran

Ismail membuyarkan lamunanku. Segera kuucapkan istighfar dalam hati.

"Alhamdulillah penghulu sudah tiba. Bersiaplah ...akhi," sekali lagi  
Ismail memberi semangat padaku.

'Aku terima nikahnya, kawinnya Shalihah binti Mahmud almarhum dengan  
mas kawin seperangkat alat sholat tunai !"

Alhamdulillah lancar juga aku mengucapkan aqad nikah.

"Ya Allah hari ini telah Engkau izinkan aku untuk meraih setengah  
dien. Mudahkanlah aku untuk meraih sebagian yang lain."

****

Dikamar yang amat sederhana. Di atas dipan kayu ini aku tertegun lama.
  
Memandangi istriku yang tengah tertunduk larut dalam dan diam. Setelah
  
sekian lama kami saling diam, akhirnya dengan membaca basmalah dalam  
hati kuberanikan diri untuk menyapanya.

"Assalamu'alaikum .... permintaan hafalan Qur'annya mau di cek kapan  
De'...?" tanyaku sambil memandangi wajahnya yang sejak tadi  
disembunyikan dalam tunduknya. Sebelum menikah, istriku memang pernah  
meminta malam pertama hingga ke sepuluh agar aku membacakan hafalan  
Qur'an tiap malam satu juz. Dan permintaan itu telah aku setujui.

"Nanti saja dalam qiyamullail," jawab istriku, masih dalam tunduknya.  
Wajahnya yang berbalut kerudung putih, ia sembunyikan dalam-dalam.  
Saat kuangkat dagunya, ia seperti ingin menolak. Namun ketika aku beri

isyarat bahwa aku suaminya dan berhak untuk melakukan itu , ia
 menyerah.

Kini aku tertegun lama. Benar kata ibu ..bahwa wajah istriku 'tidak  
menarik'. Sekelebat pikiran itu muncul ....dan segera aku mengusirnya.

Matanya berkaca-kaca menatap lekat pada bola mataku.

"Bang, sudah saya katakan sejak awal ta'aruf, bahwa fisik saya seperti

ini. Kalau Abang kecewa, saya siap dan ikhlas. Namun bila Abang tidak  
menyesal beristrikan saya, mudah-mudahan Allah memberikan keberkahan  
yang banyak untuk Abang. Seperti keberkahan yang Allah limpahkan  
kepada Ayahnya Imam malik yang ikhlas menerima sesuatu yang tidak ia  
sukai pada istrinya. Saya ingin mengingatkan Abang akan firman Allah  
yang dibacakan ibunya Imam Malik pada suaminya pada malam pertama  
pernikahan mereka,
" ... Dan bergaullah dengan mereka (istrimu) dengat patut (ahsan).  
Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena  
mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjanjikan padanya
  
kebaikan yang banyak."
(QS An-Nisa:19)

Mendengar tutur istriku, kupandangi wajahnya yang penuh dengan air  
mata itu lekat-lekat. Aku teringat kisah suami yang rela menikahi  
seorang wanita yang memiliki cacat itu. Dari rahim wanita itulah lahir

Imam Malik, ulama besar ummat Islam yang namanya abadi dalam sejarah.

"Ya Rabbi aku menikahinya karena Mu. Maka turunkanlah rasa cinta dan  
kasih sayang milikMu pada hatiku untuknya. Agar aku dapat mencintai  
dan menyayanginya dengan segenap hati yang ikhlas."

Pelan kudekati istriku. Lalu dengan bergetar, kurengkuh tubuhya dalam  
dekapku. Sementara, istriku menangis tergugu dalam wajah yang masih  
menyisakan segumpal ragu.

"Jangan memaksakan diri untuk ikhlas menerima saya, Bang. Sungguh...  
saya siap menerima keputusan apapun yang terburuk," ucapnya lagi.

"Tidak...De'. Sungguh sejak awal niat Abang menikahimu karena Allah.  
Sudah teramat bulat niat itu. Hingga Abang tidak menghiraukan ketika  
seluruh keluarga memboikot untuk tak datang tadi pagi," paparku sambil
  
menggenggam erat tangannya.

****

Malam telah naik ke puncaknya pelan-pelan. Dalam lengangnya bait-bait  
do'a kubentangkan pada Nya.

"Robbi, tak dapat kupungkiri bahwa kecantikan wanita dapat  
mendatangkan cinta buat laki-laki. Namun telah kutepis memilih istri  
karena rupa yang cantik karena aku ingin mendapatkan cinta-Mu. Robbi  
saksikanlah malam ini akan kubuktikan bahwa cinta sejatiku hanya akan  
kupasrahkan pada-Mu. Karena itu, pertemukanlah aku dengan-Mu dalam  
Jannah-Mu !"
Aku beringsut menuju pembaringan yang amat sederhana itu. Lalu kutatap

raut wajah istriku denan segenap hati yang ikhlas. Ah, .. sekarang aku

benar-benar mencintainya. Kenapa tidak? Bukankah ia wanita sholihah  
sejati. Ia senantiasa menegakkan malam-malamnya dengan munajat panjang
  
pada-Nya. Ia senantiasa menjaga hafalan KitabNya. Dan senantiasa  
melaksanakan shoum sunnah Rasul Nya.

"...dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah  
tandingan-tandingan selain Allah. Mereka mencintainya sebagaimana  
mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat  
cintanya pada Allah ..."
(QS. al-Baqarah:165)

Semoga Bermanfa'at

 

Oleh:Andhika Al-Banjari Mtp
ƸӜƷ.¸¸¸.••..ƸӜƷ..••.¸¸¸.ƸӜƷ

Sabtu, 16 April 2011

Milad PKS Ke 13

Milad PKS ke 13 dilaksanakan pada Ahad 17 April 2011 di Gelora Bung Karno, jam 8 sd 12.

Target massa 300 ribu, dg rincian Jakarta 150 ribu dan diluar Jakarta 150 ribu,
Jam 07-7.30 : massa menuju GBK
Jam 08 : massa sudah di dalam GBK
Rute kendaraan : keluar di Komdak, masuk parkir timur, atau sulton bersama jalur Jabar dan Jaksel dan Jaktim.
Tempat duduk di Tribun 10, 11, 12
Apabila mengajak anak, tlg diberi nama

MC. Sule
Akan dihadiri Presiden SBY
Lagu : Dibo, Coklat, Wali
Nasyid : Shoutul Harokah, Izzatul Islam, Ar Ruhul Jadid
Doa : Habib Mundzir

Kode bus “TIMUR 02-1 sd 02-100″
Pemberangkatan peserta akan dikoordinir oleh DPRa dan DPC
Masing-masing Bus ada koordinator dan tlpnya
Koordinator tingkat desa/kelurahan adalah Ketua DPRa
Koordinator tingkat Kecamatan adalah Ketua DPC
Korlap Bekasi : Zainudhin
Tlp. 0818695762,
Email. Zainudhin@gmail.com
Panitia pusat : tubagus arif
Tlp. 081513005024
Email : tubagusarif@yahoo.co.id