Jumat, 09 November 2012

Belajar Langsung Dengan Salah Satu Idola - Ippho 'Right' Sanjaya

Bismillah .. Biidznillah..

HARUS segera di tulis .. HARUS
Ga tau kenapa Pengalaman Dahsyat ini musti kudu d tulis..

Jika ini Hikmah , Maka Hujamkanlah...
Jika Tulisan Ini Kurang Memberi Manfaat, Maka Berikanlah Hidayah Pada Pembacanya...  :)

Well...Sebelumnya, Saya Hanya punya satu Rule Of The Game saja dalam tulisan ini. Jangan banyak Berdebat akibat tulisan saya ini. Oke ..

Baik, Langsung saja saya awali dari memulai mengingat waktu TKP ini terjadi. Yakni 2 hari lalu, tepatnya Sabtu, 7 April 2012 , Bertempat di Jogja Expo Center (JEC)..

JEC?
Ya, JEC, yang telah tersimpul mati sebagai ajang pertarungan Komputer, Laptop dalam berbagai Pameran kini tlah menjadi panggung sandiwara kehidupan yg riill tentang perubahand an loncatan besar pertama dalam diri ini dan mungkin dalam diri pengunjung semua kala itu..
Ya..
Dalam acara ketemu tokoh idola dan mentor secara tak langsung dari spirit bisnis saya, mas Ippho Sanjaya...
Ya..
Orang yang beberapa saat terakhir menuai kontroversial, kontroversial tentang banyak hal. Tentang kontroversialnya cetakan buku beliau yang luar biasa, tentang sindiran tajamnya, hingga tentangand ari beberapa ulama yang beberapa hal kurang sepakat dalam hal itu..
Tapi, 
Apapun itu, dengan gaya positif  Thinking, saya akan coba serap sebanyak banyaknya ilmu ini, karena saya sebuah Botol K0song..

Diawali dari Melihat foto, kang Ippho di beberapa Pamflet dan spanduk di Jalanan Kota Jogja tercinta, menyiratkan saya seperti mengenal wajahnya..
Benars aja, setelah ditilik, ee wajah sang penulis buku yang amat saya gandrungi itu (Nah Loe) :)

Sabtu, 7 4 12
Acara dimulai pukul 12.00 dalam undangan, tapi hingga pukul 11.00 saya masih pontang panting kesana kemari mengurus beberapa kebutuhan dalam bisnis kecil saya. Dan juga memenuhi Hak kawan kawan karyawan yang bekerja dalam bisnisan saya..

Kawan dahsyat dari Cirebon turut ambil bagian dalam Seminar HEBAT ini. Saya benar benar terkesima melihat semangat Juang Bisnis kawan saya ini, jauh jauh dari Kota Cirebon sana datang ke Djogdja hanya untuk mengikuti Seminar ini. Malu saya dengan semangatnya..

Pukul 11.40 saya mendengar adzan, dan langsung menunaikan kewajiban dan kebutuhan saya 'Sholat'.
Tepat 12.00 siang, saya meniatkan langsung berangkat ke JEC. Dan lagi lagi Hujan yang amat deras menyambangi...
Terlambat... Itu yang ada dalam benak saya...

Sampai di TKP, sahabat saya yg jauh dari Kota Cirebon tsb tlah menunggu dengan ramah untuk mengambil tiket yg memang saya bawa dan pesankan.

Begitu di atas..Di lantai 2..
BETTT...
Betapa kaget dihadiahkan dengan ramai dan panjangnya antrean pengunjung dan peserta seminar, seperti Menonton Bioskop... Luar biasa panjangnya... dan yang terpenting, saya belum terlambat padahal sudah ber basah basahan ria...
BETTT...
Betapa Kaget lagi saya dibuatnya, ternyata amat banyak saudara saudara kita yang cacat fisik juga mengikuti seminar ini. Bahkan banyak pula yang TunaNetra yang mengikuti ini dari antrean pertama. LUAR BIASA...benar benar seminar pertama yg berhasil membuats aya Takjub..

Begitu masuk kedalam ruangan,s aya dan rekans aya usil saja memilih tempat duduk dengan usil. Sudah duduk di bagian tengah dan dalam barisan tengah pulak.. BERONTAK itu kata pertama dalam benak otak untuk segera mencari tempat dduk lainnnya... Usil melihat 2 deretan pertama barisan kursi kok kosong, kata teman sebelah memang harus dikosongkan tanpa alasan yang jelas, meski belakangan diketahui memang khsuus disedikaan untuk sahabat yang cacat tadi..

Banyak sekali Pra Acara yang dilakukan, hingga promo dari Satelindo dan Majalah Kuntum yang lucu dan dikemas dg bahasa yang gaul meski dengan penampilan Ustadz... :)

-*-*-*-*-*-*-*-*-

Tiba akhirnya pukul 14.00 Mas Ippho datang dg sambutan Tepuk Tangan yang riuh Luar Biasa dimulai dari belakang...

Akhirnya bisa ketemuda n melihat secara langsung mas Ippho yang ternyata masih teramat muda. Takjub dan tak percaya bahwa orang semuda ini berhasil meng emaskan diri dan karya karyanya menjadi sebuah box office yang bahkan telah diakui sendiri oleh Donald Trump  dan  Istri dari Robert Kiyosaki.


Well, riuh semarak pun langsung di gelontorkan begitu mas Ippho diminta segera naik panggung. Tak rugi rasanya Membayar tiket Seratusan Ribu untuk emndapatkan Re Charge yg baru...

Akhirnya dimulai gaya khasnya mas Ippho yang memberikan semangat dan motivasi kepada peserta agar dapat Kaya dan menebarkan kemanfaatan..

Dengan gaya Khasdan teriakan lantang :
7 Keajaiban Rezeki ? : BERKAH ....  BERLIMPAH !!
Tlah menghentikan sejenak nadi dan memasang muka muka semangat...

Beberapa Khas unik yang keluar adalah sindiran kepada semua, tentang apa yang ada di garasinya. Jangan jangan hanya kebun binatang? Begitu selorohnya, maksudnya Kijang, Kuda dll... (semuanya pun tertawa).
Kemudian dilanjutkan dg gaya khasnya lagi tentang penjabaran dalil dalil betapa kita ditakdirkan untuk kaya.
Mulai dari contoh contoh, mulaid ari Nabi yang Kaya Raya, terlebih Khadijah istri Beliau yang kaya raya, Abu Bakar, terlebih Umar Bin Khattab dan Utsman. Kecuali Ali yang sederhana, dan juga banyak kewajiban Agama yang dapat didapatkan dg kita memiliki uang dan rezeki material.













Sabtu, 03 November 2012

Erdogan Kunjungi Gaza, Negara-negara Arab Tertampar



Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan akan berkunjung ke Gaza, dalam waktu dekat. Kunjungan yang akan meningkatkan legitimasi bagi pemerintah Hamas itu dinilai sebagai tamparan bagi negara-negara Arab. Pasalnya, selama ini dukungan negara-negara Arab terhadap Palestina melemah.

"Ini adalah tamparan ke wajah (Arab)," kata Ehud Yaari dari The Washington Institute, seperti dikutip The New York Times, Jumat (2/11).

Di sisi lain, kunjungan Erdogan ke Gaza itu beresiko memperdalam pertikaian Ankara dan Tel Aviv pascaserangan Angkatan Laut Israel dikapal Mavi Marmara 2010 lalu.

Mantan pejabat diplomatik Israel, Alon Liel mengatakan, kunjungan Erdogan ke Gaza adalah manuver seimbang keberpihakan Turki pada Palestina. Menurut Liel, walaupun Erdogan adalah pemimpin dari negara sekuler, tetapi pemimpin utama Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) itu merasa akrab dengan Hamas. Kedekatan itu jelas dia bersifat keagamanaan.

Mantan Juru Bicara otoritas Palestina Ghassan Khatib mengatakan, memberikan dukungan terhadap Hamas juga harus dipahami sebagai upaya membantu Palestina keluar dari tekanan yang melilit negara tersebut.

Sementara itu, Presiden Otoritas Palestina Mahmud Abbas menghendaki semua kunjungan dan bantuan ke Palestina melalui pihaknya, termasuk langkah Qatar sebelum ini.

“Kami menentang semua kunjungan,” kata Abbas disiarkan Channel 2 Israel. “Jika mereka ingin membantu Gaza, mereka harus datang melalui otoritas, melalui otoritas hukum.” [IK/Rpb/NYT]
Source  : http://www.bersamadakwah.com

Rabu, 31 Oktober 2012

Semangat Pagi

Seandainya malas itu adalah kayu, maka akan kubakar & kuterbangkan abunya.
Seandainya malas itu adalah air, maka akan ku panaskan sampai menguap & menghilang.

Namun, seandainya semangatlah yang menjadi kayu, maka akan kubakar sebagai penerang jalan..
Dan jika semangatlah yang menjadi air maka akan kupanaskan ia untuk secangkir susu panas yang bisa menghangatkan hari
-*-
Semangat Guys, Pagi Pagi jangan LoyO  ^^


Rabu, 03 Oktober 2012

G 30 S PKI, Soekarno Bersembunyi Di Halim Dan Bogor



 
TEMPO.CO, Jakarta - Selama pergolakan Gerakan 30 September 1965, Presiden Soekarno sempat berpindah tempat persembunyian beberapa kali. Dari Wisma Yaso, Jalan Gatot Subroto, Bung Karno mengumpet di Grogol, di rumah istrinya, Harjati. Kemudian ia hijrah ke Landasan Udara Halim Perdanakusuma. (Baca selengkapnya: Saat G30S, Bung Karno Teradang Kepungan Tentara)

Belum sampai landasan, mobil yang ditumpangi Bung Karno berbalik arah. Sebab, di depan Markas Angkatan Udara Halim, berdiri Panglima Angkatan Udara Omar Dhani dan deputinya, Leo Wattimena. Mereka pun mencari tempat peristirahatan sementara bagi Bung Karno.

“Akhirnya kami ke rumah Komodor Susanto,” kata Letnan Kolonel Polisi (Purn) Mangil Martowidjojo di majalah Tempo edisi 6 Oktober 1984. Di masa terjadinya gerakan 30 September 1965, Mangil berlaku sebagai Komandan Detasemen Kawal Pribadi dari Resimen Cakrabirawa. Sedangkan Komodor Susanto adalah pilot pesawat yang biasa dipakai Bung Karno bila keliling Indonesia.

Di rumah itu, datang Brigadir Jenderal Supardjo, Mayor Subambang, Mayor Sutrisno, dan Brigadir Jenderal Sabur. Menjelang tengah hari, datang Jaksa Agung Jenderal Sutardhio dan Jaksa Agung Muda Brigjen Sunaryo. Lalu muncul Panglima Angkatan Laut Laksamana Martadinata, Pangak Jenderal Sutjipta Judodihardjo, serta Menteri Koordinator Kabinet Dwikora I Dr Johannes Leimena.

Sekitar pukul 17.00, anak-anak Bung Karno hadir. Mereka adalah Megawati, Rahmawati, Sukmawati, dan Guruh. Tapi keempatnya tidak lama di sana. Mereka langsung diterbangkan ke Bandung dengan helikopter. Pukul 18.00, Komodor Susanto melaporkan adanya konvoi militer menuju Halim. “Tapi iringan dihentikan di depan pos PGT (Pasukan Gerak Tjepat) TNI-AU,” kata Mangil.

Malamnya, pukul 20.00, istri kelima Bung Karno, Ratna Sari Dewi Soekarno, datang ke Halim. Tapi tidak lama juga. Usai berdiskusi dengan Bung Karno, ia kembali ke Wisma Yaso. Sedangkan Kolonel Saelan mengatur persiapan buat meninggalkan Halim.

Kata Mangil, pelarian itu berjalan bertahap. Bung Karno menumpang mobil Prins biru, berplat B 3739 R. Bersama dia ada Leimena, Bambang Wijanarko Sudarso sebagai ajudan Bung Karno, dan Suparto. Semua pengawal, kecuali seorang yang berseragam Cakrabirawa, memakai baju preman. Selain itu tiap orang membawa revolver. Tujuannya agar tidak mencolok tentara yang patroli.

“Total ada delapan mobil pada rombongan. Di dalam jip terdapat 18 senjata Thomson. Dan jelang tengah malam, kami sampai di Istana Bogor,” kata Mangil.
 
-*-
#Pengen Segera mmebeli Tempo, Semoga Kita Bisa mengambil hikmahnya